Selasa, 20 November 2012

Cara Penulisan Catatan Kaki atau Foot Note


Dalam menuliskan footnote, adakalanya digunakan singkatan-singkatan tertentu, yaitu :

1.  ibid, kependekan dari ibidem yang berarti ‘di tempat yang sama dan belum diselingi dengan kutipan lain’.
2. op.cit., singkatan dari opere citato, artinya ’dalam karangan yang telah disebut dan diselingi dengan sumber lain’.
3. loc.cit, kependekan dari loco citato, artinya ‘di tempat yang telah disebut’. loc. Cit digunakan jika kita menunjuk ke halaman yang sama dari suatu sumber yang telah disebut.

Perhatikan pemakaian ibid., op. cit., dan loc. cit., dibawah ini:


Penggunaan Ibid:
[1] Ferdian., “tindakan kecil orang-orang besar”, RumbiPress, 2010, hal.23
[2] Ibid
[3] Id. at 29.
==>Referensi dari catatan kaki no. 2 adalah sama dengan no. 1
Sedangkan referensi no 3 menunjukkan sumber yang sama tetapi halaman yang berbeda, halaman 29.
Sumber dari ibid adalah tepat pada no sebelumnya.

Penggunaan Op.Cit:
1Satjipto Raharjo, Hukum Masyarakat dan Pembangunan (Bandung: Alumni, 1976), 111.
2Daniel Goleman, Emotional Intelligence. (Jakarta: Gramedia, 2001), 161.
3Bobby dePorter & Mike Hernacki, Quantum Bussiness, terj. Basyarah Nasution, (Bandung: Kaifa, 2000), 63-87.
4Rahardjo, Op.Cit., 125.
==>Referensi dari catatan kaki no. 4 adalah sama dengan nomor 1

Penggunaan Ibid dan Op. Cit bersamaan:
1 Ratna Wilis Dahar, Teori-Teori Belajar (Jakarta: Depdikbud, 1988), hal. 18.
2 Nurhadi, Membaca Cepat dan Efektif (Bandung: Sinar Baru, 1986), hal. 25
3 Ibid., hal. 15
4 Ratna Wilis Dahar, op.cit., hal. 17
==> Referensi dari catatan kaki di atas mempunyai arti
*Sumber nomor 3 sama dengan sumber nomor 2. 
**Sumber nomor 4 sama dengan nomor 1.

Penggunaan lo.cit: 
Jika halaman sumber sama, kata Loc. Cit. tidak diikuti nomor halaman. Akan tetapi, jika halaman sumber berbeda, kata Loc. Cit. diikuti nomor halaman. Urutan penulisannya adalah nama family pengarang, Loc.Cit. 


Contoh 1:
1Daniel Goleman, Emotional Inteligence, (Jakarta: Gramedia, 2001), h. 43-156.
2Ibid, 210.
 3Satjipto Rahardjo, Hukum Masyarakat dan Pembangunan, (Bandung: Alumni, 1976), 111.
4Goleman Op.Cit. 175
5Rahardjo, Loc.Cit.

 Contoh 2:
1Sarwiji Suwandi, “Peran Guru dalam Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia Siswa Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi”, Kongres Bahasa Indonesia VIII, (Jakarta : Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2003), 1-15.
2Suwandi, Loc.Cit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar